mata pena itu mencurahkan isinya dengan deras sekali,
sekali dua tiga lembar dipenuhi coretan jiwanya.
bercucuran air mata menderas dari pipinya,
sekotak dua tisu muka memenuhi lantai kamarnya.
pada tiap-tiap lembaran itu terkesan banyak luka,
luka-luka yang terwujud dari kata-kata,
luka-luka yang muncul akibat tajamnya lidah manusia.
seandainya dia merawat dirinya dari mula,
pasti jiwanya tidak dipenuhi luka.
No comments:
Post a Comment