Thursday, April 8

2: ilusi



Hembusan bayu lembut terhempas ke pipi,

Menjagakan aku dari lena seketika,

Diamati dengan teliti,

Dia dihadapanku berdiri,

Menunggu,

Memerhatikanku,

Perlahan dia mendekati,

Menarikku kedalam pelukan,

Hangat,

Seperti di rumah bondaku,

Erat tanganku mengelilingi tubuhnya,

Wangian tubuhnya menusuk,

Harum,

Seperti di pesisir pantai,

Tenang dan nyaman,

Kemudian dia menghampiri,

Perlahan dia mendekati,

Membisik ke telingaku,

"Jumpa lagi,"

Deruan ombak memecah keheningan,

Hembusan bayu lembut terhempas ke pipi,

Menjagakan aku dari lena seketika.


Z.M.

Friday, February 12

1: di ketika ini


Di ketika ini,

Ada yang lagi berjuang dalam gelapnya malam

Ada yang berjuang di ruangan maya,

Ada yang berjuang di ruangan pesakit,

Ada yang berjuang diatas meja,

Ada yang berjuang diatas lebuhraya.


Di ketika ini,

Ada yang berusaha mengecap mimpi,

Ada yang sedang mengecap mimpi dalam lena,

Ada juga yang sedang mengecap mimpi dalam batas waktu.


Di ketika ini,

Andai engkau sedang berjuang mahupun leka mengecap mimpi,

Majulah,

Perbesarkan langkahmu,

Perkuatkan akalmu,

Berusahalah,

Kerana di ketika ini,

Ada yang tidak peduli,

Ada yang walang hati,

Ada juga yang hanya menanti....

Apa esok masih akan tiba?


Z.M.

7: luka

mata pena itu mencurahkan isinya dengan deras sekali, sekali dua tiga lembar dipenuhi coretan jiwanya. bercucuran air mata menderas dari pip...